News

  • Follow Us

PERPUSTAKAAN DI SEKOLAH TK ?

Date: July 22, 2020 Author: Tri Ayu Sianipar Categories: News

Menurut Slameto, 2013 : 180 menjelaskan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan sumber suatu hubungan antara diri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kiat atau dekat hubungan tersebut, maka semakin besar minat.

Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh selama perjalanan hidup, minat terhadap sesuatu yang sedang dipelajari akan mempengaruhi aktivitas selanjutnya. Artinya, setiap orang akan memiliki minat yang berbeda dengan minat orang lain.

Saat ini minat baca menjadi salah satu masalah yang penting di Indonesia, karena minat baca masyarakat khususnya peserta didik sangat rendah. Indonesia hanya unggu di atas Kamboja dan Laos, malas membaca merupakan awal mulanya darinya kebodohan, kemiskinan yang akan mengancam potensi masa depan dan eksistensi bangsa kita sendiri. Terkhusus di tingkat SMP dan SMA, bahkan perguruan tinggi pun sangat renda minat bacanya, hal tersebut bertolak belakang dengan kondisi di Jepang.

Di sekolah BPK PENABUR Jakarta mulai dari jenjang TK sampai SMA disetiap sekolahnya memiliki perpustakaan, supaya setiap peserta didik dapat meminjam buku dan dapat mengisi waktu kosong mereka denga hal yang positif. Minat baca di tingkat TK dan SD untuk saat ini masih tinggi diantara SMP dan SMA, itu karena setiap minggunya peserta didik diwajibkan meminjam buku di perpustakaan.

Anak TK sudah diwajibkan meminjam buku ? Yap! Peserta didik TK diwajibkan meminjam 1 buku setiap minggunya, itu menjadi salah satu jalan agar peserta didik mengenal buku sedari dini, dan menumbuhkan minatnya untuk rajin membaca di rumah. Jika mulai dari kecil sudah diperkenalkan dengan berbagai jenis buku maka saat besar nanti setidaknya mereka tidak malas membaca buku atau ebook.

Saat ini zaman semakin hari semakin berkembang, selalu ada perubahan baru yang diciptakan manusia. Tentu kita sudah melihat bagaimana perkembangan IPTEK di berbagai Negara-negara maju seperti di Jepang dan Amerika, itu semua berkat dukungan dari pemerintah yang sangat memprioritaskan kebutuhan bahan bacaan masyarakatnya, terutama di anak-anak sekolahan dan mahasiswa, sehingga peserts didik mereka selalu memberi warna baru di dunia.

Itu semua tidak mengherankan jika peserta didik di Jepang dan Amerika banyak yang nongkrong di perpustakaan yang disediakan oleh sekolahnya dan selalu ramai dikunjungi. Berbeda dengan kondisi perpustakaan sekolah di Indonesia, perpustakaan tidak lebih hanya sebagai tempat penyimpanan atau pajangan berbagai koleksi buku dan bahan referensi lainnya. Lebih menyedihkan lagi perpustakaan kampus sering dijadikan tempat untuk berpacaran bukan dijadikan sebagai tempat membaca, menembah ilmu dan berdiskusi.

Meningkatkan Minat Baca

Faktor yang menjadi penyebab sepinya perpustakaan, selain minat baca peserta didik yang menurun, juga karena perpustakaan tidak mengikuti perkembangan zaman dengan tidak memenuhi kebutuhan peserta didik. Apa lagi di jenjang mahasiswa jika perpustakaan tidak bisa menyediakan yang mereka butuhkan untuk tugas-tugas kuliahnya, mahasiswa akan lebih memilih cara yang instan yaitu mencari diinternet yang hanya di copy+paste mereka sudah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosennya.

Cara paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah menggunakan minat-minat peserta didik yang telah ada, misalnya peserta didik akan mengikuti lomba Kids Festival dengan membawa “Smart Bin” yaitu tempat sampah yang terbuat dari barang-barang bekas pakai dan peserta didik mempunyai ide tempat sampah tersebut dapat mendeteksi sampah organic dan non-organik, jadi ketika orang yang akan membuang sampah salah memasukkan sampah organic ke tempat sampah non-organik maka Smart Bin akan mengeluarkan suara, sebelum mengejarkan tentang Smart Bin tersebut pendidik dapat menarik perhatian peserta didik dengan mengajak peserta didik keperpustakaan untuk menceritakan sedikit mengenai sampah dan dampak ketika manusia membuang sampah sembarangan, mengajak anak membaca gambar, memberitahu apa saja yang termasuk sampah organic dan organik, kemudian sedikit demi sedikit diarahkan ke materi pelajaran yang sesungguhnya.

Usaha lain juga dapat dilakukan seperti di TKK PENABUR Agus Salim setiap hari jumat peserta didik akan mengembalikan dan meminjam buku cerita di perpustakaan, pustakawan akan memberikan reward berupa sticker kepada peserta didik yang mau bercerita didepan teman-temannya menggunakan buku yang telah dipinjam selama seminggu, dan memberikan reward berupa sticker dan stamp kepada peserta didik yang menulis ringkasan buku cerita dengan menulis sendiri. Peserta didik yang telah banyak mengumpulkan sticker akan diberikan hadiah di akhir semester nanti.

Usaha ini membuat peserta didik semangat membaca buku dan menulis ringkasan ceritanya sendiri, dan membujuk orangtua mereka untuk meminjam buku disetiap minggunya. Sebab TKK PENABUR Agus Salim juga menyediakan jam perpustakaan orangtua dan orangtua dapat meminjam 2 buku setiap minggunya. Diharapkan melalui cara ini akan membangkitkan motivasi siswa dan mungkin minat terhadap membaca buku.

Mulai dari jenjang TK peserta didik harus dikenalkan dengan buku, dilatih membaca buku dan bercerita didepan teman-temannya, itu merupakan langkah dasar yang dapat membentuk peserta didik untuk mencintai buku, karena bila peserta didik merasa membaca buku itu penting dan melihat ada hasil dari membaca buku akan membawa kemajuan pada dirinya, kemungkinan besar peserta didik akan memiliki minat dan motivasi untuk melakukannya kembali.

Jam perpustakaan orangtua juga menjadi salah satu jalan untuk membuka mata orang-orang bahwa membaca buku tidak mengenal umur, orangtua yang meminjam buku selalu membawa peserta didik setelah jam pulang sekolah untuk memilih buku bersama-sama, anak dengan bebas memilih buku. Dengan begitu kedekatan antara anak dan orangtua pun terjalin dengan harmonis, memilih dan membaca buku bersama-sama dengan orangtua sehingga kegiatan peserta didik selalu positif dan terpantau oleh orangtua, karena pada partumbuhan peserta didik di PAUD harus dalam pemantauan yang ketat oleh orangtua.

Jika perpustakaan dapat memberikan layanan yang baik dan menyediakan berbagai literature yang dibutuhkan maka setiap orang akan banyak mendatangi perpustakaan. Lingkungan yang demikian memang tidak diciptakan sendirian oleh perpustakaan, melainkan harus bekerja sama dengan dengan seluruh warga sekolah. Perpustakaan di TK pun menjadi langkah awal yang baik untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca peserta didik sedari dini, agar peserta didik tidak hanya tertarik pada gadget yang setiap hari selalu memberikan hal-hal baru dan instan.